Ketua DPRD Purbalingga didampingi Kepala DLH menyerahkan kendaraan bermotor roda tiga untuk pengelolaan sampah kepada Pemerintah Desa Karangbanjar

Ketua DPRD Purbalingga  H.R. Bambang Irawan, S.H., didampingi Kepala DLH Priyo Satmoko, S.H., M.H. menyerahkan kendaraan bermotor roda tiga untuk pengelolaan sampah kepada Pemerintah Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari, Jumat (8/10/2021).

Dalam sambutannya, Ketua DPRD mengungkapkan bahwa bantuan kendaraan bermotor kepada Pemdes Karangbanjar tersebut merupakan satu dari delapan kendaraan bermotor yang dianggarkan pengadaannya pada APBD Kabupaten Purbalingga TA 2022. Pemdes yang lain telah menerima secara langsung dari Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, BE Con, MM, pada kesempatan sebelumnya.
Tujuannya adalah untuk memberikan apresiasi dan sekaligus membantu sarana pemerintah desa yang peduli terhadap pengelolaan sampah secara mandiri. ”Salah satu Pemdes yang peduli dan menggerakkan warganya untuk ikut berkontribusi dalam menangani permasalahan sampah yakni Pemdes Karangbanjar”, jelasnya.

Ditambahkan oleh Ketua DPRD, permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab dari Pemkab, kita semua sebagai warga masyarakat harus ikut berkontribusi dengan hal-hal kecil seperti reduce (mengurangi timbunan sampah), reuse (menggunakan kembali sampah), dan recycle (mendaur ulang sampah).
”Semoga kendaraan bermotor roda tiga ini bermanfaat dan untuk dipelihara dengan baik”, harapnya.

Ketua DPRD juga berpesan agar aparatur pemerintah desa yang dipimpin oleh Kepala Desa agar senantiasa kompak dan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan di desa. Penyelenggaraan pemerintahan desa diharapkan semakin transparan dan akuntabel, dengan didukung sistem pengawasan dan keseimbangan antara pemerintah desa dan lembaga desa, khususnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Pemdes juga diminta jangan lengah dengan kondisi covid-19 yang sedang menurun, tetap jaga prokes dan ikut menyukseskan vaksinasi. “Sampai dengan 7 Oktober kemarin, cakupan vaksin dosis 1 baru sekitar 33% dan dosis 2 baru sekitar 16%, dimana progres paling rendah pada lansia”, terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *